SURABAYA - Benar-benar tak punya urat malu! Setelah sukses merampok dan menguras habis keringat para anggotanya hingga Rp3,5 miliar, pengelola Arisan Meow, Mourin Chienci Lintong, masih saja bisa melenggang jumawa seolah tak berdosa.
Rangkaian mediasi formalitas di DPRD Surabaya hingga Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota cuma dijadikan panggung sandiwara busuk untuk mengobral janji palsu.
Jemu dijadikan sapi perah dan dibodohi bulat-bulat, delapan korban yang sudah kepalang murka akhirnya meledak dan menyeret Mourin ke markas Polda Jawa Timur!
Laporan polisi bernomor LP/B/1080/VIII/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR atas nama Ara Herawati menjadi bukti perlawanan berdarah-darah para korban.
Diiringi amarah yang sudah membakar ubun-ubun, Netty Hariati, Siti Aminah, Dinda, Lie Silviana, dan Chester Jeveline Thaniago melabrak SPKT untuk menuntut pembalasan atas kejahatan finansial ini.
Jalur hukum disikat habis karena terlapor terbukti licik, terus ngeles, dan tak punya sedikit pun niat baik untuk mengembalikan hak para korban.
"Kami selaku korban merasa sangat dirugikan. Karena tidak ada iktikad baik, terpaksa kami tempuh jalur hukum," cercah Chester dengan ucapan penuh dendam dan rasa jijik saat ditemui di Surabaya Barat, Jumat (9/10/2026).
Kebengisan terlapor makin telanjang bulat setelah dokumen busuk keuangan mereka terbongkar. Di saat para korban menjerit menangisi uangnya yang raib, duit iuran Rp3,5 miliar itu diduga kuat secara keji disulap menjadi modal mendirikan tempat spa mewah di Plaza Andhika, Jalan Simpang Dukuh, Surabaya, yang tanpa rasa bersalah sama sekali baru saja menggelar soft opening pada 6 Oktober lalu. Sebuah tindakan biadab yang terang-terangan menari gembira di atas penderitaan orang lain!
Aksi main kayu ini makin tak terbantahkan lewat bukti transfer bank tertanggal 10 Mei 2026. Dokumen itu mencatat alir uang haram bernilai fantastis sebesar Rp2,725 miliar yang dikirim langsung dari rekening pribadi Mourin ke rekening Andrew Wibisono.
Dua perampok hak rakyat ini berkelindan erat dalam berkas legalitas bisnis spa tersebut: Mourin bertindak sebagai penguasa culas dengan menggenggam 300 lembar saham, sedangkan Andrew memegang 100 lembar saham sekaligus menduduki kursi komisaris.
Meski kongkalikong dan aliran uang pribadi itu sudah tercetak jelas di atas kertas, muara hukum kini berada di tangan polisi.
Para korban sudah muak ditipu dan menuntut Polda Jatim bergerak tanpa ampun untuk memenjarakan para pelaku, menguliti seluruh aset hasil jarahan tersebut, dan memaksa mereka memuntahkan kembali setiap sen duit korban tanpa tersisa!
Editor : Redaksi